Batch 38
Universitas Brawijaya - Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
Wamena - Papua
Setiap proses dalam hidup membawa berbagai perasaan dan pembelajaran, dengan harapan yang selalu menanti di ujung perjalanan.
Saya, Grace Van Gerhard Ansanay, alumni PK2 Angkatan 38 asal Jayapura, Papua, sangat bersyukur pernah dibina selama satu tahun dalam Pelatihan Karakter Kristen (PK2) di bawah naungan YKDE. Saya menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya Malang, jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan.
Selama mengikuti pelatihan PK2, saya dibentuk secara menyeluruh melalui tiga aspek utama: Kerohanian, Pendidikan, dan Karakter. Bagi saya, ketiganya tidak dapat dipisahkan. Tanpa Kerohanian hidup tidak bermakna, tanpa pendidikan saya tidak dapat dipakai Tuhan secara maksimal, dan tanpa karakter yang baik saya tidak dapat menjadi kesaksian yang benar. Nilai-nilai yang saya terima selama pelatihan sangat terasa hingga saat ini.
Kini saya melayani sambil bekerja sebagai Asisten Admin Operation di Yayasan MAF Base Wamena. Disiplin, kejujuran, ketepatan waktu, perencanaan, serta hubungan yang intim dengan Tuhan adalah bekal nyata yang terus saya pakai dalam dunia kerja, terlebih dalam lingkungan pelayanan yang menuntut integritas tinggi. Dalam pekerjaan saya, kejujuran sering diuji. Namun saya belajar untuk bekerja bukan untuk manusia, melainkan untuk Tuhan, seperti yang tertulis dalam Kolose 3:23. Nilai inilah yang menjaga saya tetap teguh dalam setiap tanggung jawab yang dipercayakan.
Saya sangat merekomendasikan PK2 dan YKDE bagi generasi muda. Pelatihan ini menolong saya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, tangguh, dan seimbang—bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter dan kerohanian. Saya bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar YKDE, yang relasi dan nilai-nilainya terus hidup hingga hari ini.
Batch 37
UNESA - Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Jakarta - DKI Jakarta
Saya, Alfianto Mugi, alumni Program Beasiswa YKDE Angkatan 27 yang saat ini berkarier di dunia profesional. Saya adalah lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan konsentrasi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan formal, saya menjalani pelatihan rohani selama tujuh tahun, termasuk pengabdian sebagai pelayan sepenuh waktu selama satu setengah tahun.
Usai masa pelayanan tersebut, saya mengambil keputusan besar untuk memasuki jalur profesional. Saya berkarier di industri periklanan luar ruang, khususnya pada media baliho dan videotron, dengan tanggung jawab di bagian pemeliharaan kualitas yang notabenenya berbeda dengan latar belakang pendidikan. Perjalanan karier ini mengajarkan saya bahwa kemampuan belajar, beradaptasi, dan membangun karakter, yang saya peroleh selama mengikuti Program Beasiswa YKDE, justru menjadi bekal utama dalam menghadapi dinamika dunia kerja, melampaui kesesuaian jurusan akademik semata.
Sebagai alumni Beasiswa YKDE, bagi saya masa perkuliahan adalah fase strategis untuk memperbesar kapasitas diri, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kerohanian dan pembentukan karakter. Mahasiswa diharapkan proaktif mencari ilmu, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi yang pesat, termasuk tantangan dari kecerdasan buatan (AI). Pelatihan di Program Beasiswa YKDE merupakan fondasi penting untuk membangun keteguhan iman dan karakter di tengah berbagai godaan dunia. Dalam Matius 6:33 “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Ayat ini menjadi pengingat bahwa dengan memprioritaskan Tuhan, jalan kehidupan dan karier akan diarahkan serta dicukupkan dengan baik.
Batch 48
Universitas Kristen Satya Wacana - Manajemen
Blitar - Jawa Timur
Saya mengucap syukur kepada Tuhan atas kesempatan besar yang saya terima untuk menjadi bagian dari program Beasiswa YKDE. Tahap awal dalam program beasiswa ini adalah mengikuti Pelatihan Karakter Kristen (PK2) yang terpusat di Lawang, Malang, Jawa Timur.
Pengalaman selama mengikuti pelatihan di PK2 sungguh membuka wawasan saya dan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih terbuka untuk terus bertumbuh, baik dalam kepribadian, pola pikir, maupun kehidupan kerohanian. Melalui pelatihan ini, saya didorong untuk melatih dan menyeimbangkan diri dalam tiga pilar utama, yaitu kerohanian, pendidikan, dan karakter.
Proses pembinaan selama satu tahun di PK2 telah membangun dasar kebiasaan-kebiasaan baik yang hingga kini sangat memengaruhi cara saya menjalani kehidupan perkuliahan. Pada awalnya, saya menjalani berbagai peraturan dengan penuh penyesuaian dan rasa terpaksa. Namun seiring waktu, saya mulai memahami nilai dari setiap proses tersebut. Saat ini, saya justru menikmati kehidupan perkuliahan dengan tetap berkomitmen menjalankan disiplin dan kehidupan kerohanian yang tepat. Pembinaan tersebut menolong saya untuk tetap fokus dalam menjalani perkuliahan dan menjaga diri dari pergaulan yang tidak membangun. Saya sangat bersyukur atas peran Beasiswa YKDE melalui PK2 dalam membentuk fondasi hidup saya.
Harapan saya, semakin banyak generasi muda yang dapat dibina melalui Beasiswa YKDE—tidak hanya dalam pengembangan pendidikan, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan pertumbuhan kerohanian.
Batch 39 (2015 - 2016)
Universitas Airlangga - Sosiologi
Berastagi - Medan
Bagi saya pribadi sulit sekali menemukan beasiswa yang selengkap dan sebaik ini. Sebab, ketiga pilar tersebut adalah keperluan saya sebagai orang muda, mahasiswa, dan tentunya bagi masa depan yang lebih baik. Hal ini ternyata setelah lulus dan menyelesaikan seluruh programnya, ketika saya berhadapan langsung dengan masyarakat, dunia pekerjaan, lingkup pelayanan. Tanpa pernah dibina oleh tiga pilar melalui program beasiswa FLATS, saya merasa bahwa hari ini akan ada kekurangan yang besar di dalam kehidupan saya, dan akan sangat merugikan saya di hari ini dan di masa depan.
Selama mengikuti program beasiswa FLATS melalui semua fasilitas dan pendampingan, saya bisa lulus lebih awal, yaitu tiga tahun dan sembilan bulan, serta memperoleh IPK Cumlaude. Keseriusan program ini untuk membantu orang-orang muda juga menjadi berkat bagi saya pribadi, karena dari sinilah saya bisa berkuliah di salah satu Universitas terbaik di Indonesia. Itu pula yang mendorong saya untuk saat ini melanjutkan pendidikan Magister.
Selama kuliah pula saya pernah mengikuti Event Internasional, yaitu The 4th Student's Seminar on Malaysia - Indonesia Relations [Internasional Relation In Southeast Asia] di Universitas Trengganu Malaysia. Saat itu, saya membawa paper berjudul "Glocalization and Middle, Small, and Micro Industry product Increasement Efforts".
Di aspek rohani, syukur kepada Tuhan boleh mengikuti dua kali International College Training in Asia, saat itu di Malaysia dan Korea.
Ayah & Ibu Aprilia Stella Ohee
Jayapura - Papua
Pengalaman serta observasi kami melihat Yayasan membentuk anak kami dengan sangat baik, sehingga pada anak kami dengan nyata muncul nilai disiplin, perhatian, dan menjadi pribadi yang peduli, ditunjukkan dengan suka mengajarkan anak-anak, anak kami tumbuh mandiri dan menjadi pribadi yang takut akan Tuhan. Hal ini dibuktikan dengan kemampanan rohani dan ini ditransfer keluar dengan mengajak kita sebagai keluarga, untuk tekun membaca firman, peduli dan mengingatkan. Walau terkadang kami lalai namun anak kami terus mengingatkan. Ini berkat yang kami dapatkan lewat pembinaan anak kami didalam Yayasan ini.
Dampak anak ada di FLATS, knowledge baik, ilmu dibangku kuliah membuat menjadi seorang sarjana yang bisa menguasai ilmu bangunan, displin ilmu, dibuktikan dengan bisa mengajar di SMK, di beasiswa pengembangan potensi anak dan menjadi bagian penting dalam adminstrasi sekolah dan kembali bergabung ke dalam Yayasan Kaki Dian Emas. Di dalam IT dan bahasa Inggris kami melihat begitu ada dampak, karena awalnya memang anak kami memiliki skill IT dan Inggris, kemudian di dalam Yayasan lewat kesempatan waktu pendidikan dan pembinaan skill ini makin tajam dan bisa ditransferkan, ini dampak baik. Dampak secara jasmani, anak kami bisa peduli tidak pelit dalam keuangan, peka dan memperhatikan orang tua, keluarga, anak kami menjadi pribadi yang ringan tangan dalam memberi.
Kami menyampaikan terima kasih banyak, doa selalu kami panjatkan kepada orang yang membina anak kami, Tuhan Yesus memberkati bapak/ibu sekalian.
Batch 39 (2015 - 2016)
UNESA - Teknik Sipil / Pendidikan Teknik Bangunan
Jayapura - Papua
Ada beragam pengalaman saya selama menerima beasiswa FLATS dari Yayasan Kaki Dian Emas, beasiswa ini tidak hanya membantu membiayai saya dalam pendidikan, namun juga membentuk karakter saya dan membangun pondasi manusia rohani saya. Pengalaman selama 7 tahun menjadi penerima beasiswa FLATS, saya mengalami begitu banyak bantuan yang membentuk pribadi saya, sehingga saya menyebutkan bahwa 7 tahun ini merupakan masa penggenapan bejana saya.
Saya merasa sangat bangga ketika sudah lulus dari beasiswa ini, dampak yang saya rasakan sebagai alumni, saya bisa menjadi berkat dimanapun saya berada. Kalimat didepan bukan karangan, namun adalah ucapan apresiasi yang keluar dari mulut keluarga saya, teman kerja saya dimana saya bekerja sebagai guru Teknik bangunan di Jayapura dan mentor di Yayasan Pengembangan Potensi Anak. Ini terlihat dari karakter saya, kesopanan, ketangguhan, dan daya dalam kerjasama, bisa menangkap dan melaksanakan informasi, bertanggung jawab, dan tentu menempuh kehidupan rohani yang konstan, serta membagikan injil firman Tuhan dengan berani dan sukacita.
Dampak yang paling saya syukuri adalah keluarga saya, khususnya ayah lewat saya sharing Firman, ayah saya yang sebelumnya tidak ke gereja, beribadah, bisa kembali berhimpun beribadah bahkan sangat menyukai Alkitab. Ini satu sukacita yang besar, salah satu dampak yang sangat saya rasakan. Puji Tuhan, segala mulia bagi Tuhan. Anugerah dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua. Amin.